Jika teman - teman sudah membaca "Tips Sukses - Dulu Miskin Sekarang Kaya Part #1" maka cerita itu belum mencapai apa yang saya dapatkan sekarang. Karena jalan yang saya lalui cukup panjang dan semuanya dimulai dari 0.
Hari Pertama... (Day #1)
Hari pertama saya kerja, saya datang pagi - pagi sebelum yang lainnya datang. Yang ada hanya helper (OB dan OG). Saya mulai membuka laptop yang sudah diberikan kepada saya. Tetapi saya tidak tahu apa yang mau saya kerjakan karena belum ada tugas yang diberikan. Saya masih bertanya - tanya dalam hati, apa yang akan saya kerjakan. Karena saya tidak memiliki pengalaman apapun sebelumnya. Saya membuka berkas lamaran dan disitu ada terlihat 1 kertas yang saya ambil saat mengisi formulir surat lamaran tempo hari yaitu berisikan Job Description as Admin Assistant. Lalu saya mulai membaca dan memahaminya pelan - pelan. Nah, disitu tertulis bahwa tugas saya adalah memesan tiket pesawat dan akomodasi untuk para karyawan ataupun tamu yang datang.
Hmm... bagaimana cara melakukannya karena saya belum pernah melakukan ini sama sekali. Saya mengingat - ingat apa yang dilakukan kakak saya ketika dia memesan tiket pesawat. Untungnya dulu saya selalu diajak sama kakak kemanapun dia pergi termasuk saat dia memesan tiket ke suatu travel agent. Jadi saya ingat - ingat apa yang kakak saya lakukan saat itu.
Tidak lama kemudian, satu per satu ruangan tempat saya bekerja sudah mulai ramai dan si Pak Manager pun sudah datang. Lalu saya diberikan selembar kertas yang sudah berisikan kolom - kolom kosong untuk membuat data base. Saya disuruh untuk membuat data base di laptop dengan menggunakan microsoft excel.
Kalian pasti menduga itu mah gampang. Tapi itu hal yang paling sulit untuk saya waktu itu. Karena saya tidak pernah mengikuti kursus komputer kecuali hanya berbekal ilmu komputer yang diajarkan waktu SMA dulu yang mata pelajarannya pun hanya 1 minggu 1 kali (sepertinya, saya lupa berapa kali dalam seminggu). Dan itu juga belajarnya masih dalam sistem DOS.
Dulu semasa sekolah, saya memang memiliki komputer tapi saya tidak pernah ikut kursus. Ya, lagi - lagi soal biaya. Saya bisa memiliki komputer karena saya mendapatkan bantuan dari kakak. Tapi karena orang tua saya masih memiliki 3 anak yang sedang sekolah semua maka saya selalu mengalah untuk tidak banyak permintaan kursus ini itu. Semua saya pelajari secara otodidak.
Dulu jaman sekolahan, saya hanya menggunakan Microsoft Word saja tidak pernah menggunakan microsoft lainnya. Sehingga saya tidak mahir jika disuruh menggunakan Excel. Lalu saya mencoba untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh Pak Manager. Saya coba sana sini, saya utak atik. Ada hal yang tidak bisa lakukan karena takut rusak maka saya bertanya kepada Pak Manager. "Maaf pak, kalau saya mau mengubah posisi portrait jadi landscape, caranya bagaimana ya?". Si Pak Manager pun mengajari saya. Lalu berikutnya saya bertanya lagi "Maaf pak, untuk menyatukan dua kolom jadi satu bagaimana ya pak?". Masih dengan sabar si Pak Manager pun mengajari saya. Dan saya sudah mulai mengerjakan tabel - tabel data base itu. Sampai akhirnya saya mentok lagi dan bertanya "Maaf pak, (pertanyaan ke 3 saya lupa, maklum faktor U)?" dan untuk yang ke 3 kali nya ini si Pak Manager tidak mengajari saya tetapi beliau mengajak saya ke ruangan interview.
Nah lo... ke ruangan interview lagi. Kalian tau apa yang terjadi disana?....
"Devi, kamu sebenernya bisa gak sih menggunakan komputer?" pertanyaan ini masih saya hapal sampai saat ini (11 tahun yang lalu). Pertanyaan yang sangat memotivasi saya. "Kami memerlukan orang yang siap untuk bekerja bukan untuk diajari lagi" statement ini mencambuk saya untuk mempersiapkan diri yang seharusnya saya lakukan sebelum bekerja.
Saya hanya bisa menjawab dengan polosnya "Maaf pak, sebelumnya saya sudah memberitahukan saat interview kalau saya hanya bisa menggunakan Microsoft Word, karena saya tidak pernah kursus komputer sebelumnya"
Lalu Pak Manager, menggelengkan kepalanya. Mungkin berpikir kenapa anak ini sih yang diterima dari sekian banyak yang melamar. Lalu berkata "Kami perlu orang yang sudah siap pakai untuk bekerja disini jadi bagaimana kamu bisa bekerja disini kalau kamu belum siap. Microsoft Excel saja tidak bisa"
Dengan hati terisak dan mata menahan agar air mata saya tidak terjatuh saya menjawab. "Jika menurut bapak saya tidak pantas untuk diposisi ini, maka saya ikhlas untuk digantikan oleh orang lain yang lebih layak pak" Sambil berdo'a dalam hati "Ya Allah, kuatkan aku". Sebelum si Pak Manager menjawab, saya kembali bersuara "Tetapi jika bapak memberikan saya 1 kesempatan lagi, saya akan belajar komputer dalam waktu 1 hari pak. Saya janji tidak akan bertanya lagi dan saya yakin saya bisa pak".
Si Pak Manager menggelengkan kepalanya lagi sambil tertawa. "Mana ada orang belajar komputer cuma dalam waktu 1 hari" balasnya. "Saya yakin saya bisa pak, saya percaya pak kalau saya yakin saya pasti bisa pak" saya meyakinkan beliau lagi dengan rasa penuh percaya diri mengharap beliau memberikan saya kesempatan itu.
Sambil berpikir Pak Manager mungkin tidak tega melihat kepolosan saya. Lalu bertanya "Berapa gaji yang kamu minta di formulir lamaran kemaren?" dengan pelan saya sebutkan "Saya buat di formulir Rp. 2,5 juta pak, tapi jika bapak rasa tidak pantas untuk saya, berapa yang pantas akan saya terima pak." Beliau kembali tertawa... "100 ribu mau terima?" sambil bercanda karena kasihan lihat saya kali ya. "Ya, kalau memang itu yang pantas untuk saya, maka akan saya terima pak". Beliau terdiam sesaat. Mungkin berpikir saya termasuk orang yang tidak pantang menyerah.
"Ya sudah, kita coba ya. Saya akan berikan kamu Rp. 1,1 juta untuk masa percobaan. Sekarang kamu pulang, besok kamu datang lagi". Si Pak Manager memberikan saya kesempatan itu, dan akhirnya saya pulang masih jam 10 pagi. Sambil berjalan saya menangis dan bertanya dalam hati. Bagaimana caranya aku bisa belajar komputer dalam waktu 1 hari. "Ya allah bantu hamba mu ini" saya panjatkan do'a sambil menangis dalam perjalanan pulang ke rumah.
Apa yang terjadi, sampai dirumah kakak saya heran "kok sudah pulang" tanya kakak. Saya ceritakan semuanya dan kakak saya memberitahukan saya kalau salah satu saudara sepupu yang tinggal di rumahnya punya makalah tentang basic Microsoft Excel. Setelah makan siang saya langsung ambil makalah itu dan pergi ke warnet untuk mempelajarinya. Saya juga membawa kertas contoh data base yang harus saya kerjakan tadi di kantor. Saya meminta bantuan si penjaga warnet untuk mengajari saya jika ada hal yang saya tidak tahu maksud dari makalah itu. Saya belajar komputer otodidak sampai jam 10 malam di warnet. Pada masa itu saya tinggal di rumah kakak saya, dan masa itu juga masih rawan di Aceh. Kakak saya sampai bolak balik telepon saya menyuruh pulang karena sudah terlalu malam.
Hari Kedua... (Day #2)
Ke esokan harinya. Pagi - pagi jam 7 saya sudah sampai di kantor. Saya mulai mengerjakan tugas pertama saya yaitu membuat kolom data base sesuai contoh yang diberikan kepada saya. Makalah tadi saya bawa terus dan secara diam - diam saya buka jika ada hal yang saya lupa bagaimana melakukan nya. Tidak ada 1 pertanyaan pun yang saya ajukan kepada Pak Manager sampai hari ke 3 saya bekerja.
Hari Ketiga... (Day #3)
Sudah 3 hari saya bekerja, dan data base sudah saya isi satu per satu dari data yang diberikan Pak Manager kepada saya. Dan setelah makan siang kalian tahu apa yang terjadi.... eng...ing...eng.....
Pak Manager memberikan saya "Surat Kontrak Kerja" untuk masa percobaan 3 bulan. Dan disitu saya lihat gaji yang tertera "Rp. 1,2 juta". Horee........ baru 3 hari kerja saya sudah mendapatkan kenaikan gaji Rp. 100 ribu dari apa yang dijanjikan kepada saya sebelumnya. Selain surat kontrak saya diberikan topi, tas dan baju kaos yang ada lambang nama organisasinya. Lalu beliau menjabat tangan saya dan memberikan ucapan "Selamat, kamu diterima bekerja disini" untuk kedua kalinya saya menerima ucapan itu dari dua orang yang berbeda. Saya sangat terharu dan menahan air mata karena saya sangat malu bila menangis di depan orang.
Pesan yang ingin saya sampaikan disini ataupun Tips nya:
1. Pantang menyerah ataupun jangan mudah putus asa jika kita menginginkan sesuatu
2. Tetaplah berdo'a dan Allah pasti menunjukkan jalan atau solusi dari masalah yang kita hadapi
3. Berusaha dan belajarlah jika kita ingin mendapatkan sesuatu
4. Yakinlah bahwa kita mampu melakukan segala sesuatu bahkan hal yang mustahil sekalipun jika Allah mengijinkan.
Semoga bermanfaat....
- Devi -
No comments:
Post a Comment