Thursday, June 9, 2016

Tips Sukses - Dulu Miskin Sekarang Kaya Part #1

Gila ya judulnya hehehehe...

Jam segini mata masih belum mau tertutup jadinya ya nulis - nulis pengalaman deh mana tau ada manfaatnya buat temen - temen.




Yup bener kalo dulu saya tuh miskin dan sekarang alhamdulillah sudah kaya. Dulu mau pegang uang Rp.5.000 aja susahnya minta ampun. Itu masih jaman saya sekolah dulu sampai tahun 2005. Kalau dibilang sih saya bukan dari keluarga miskin juga, ya berkecukupan lah tetapi orang tua saya yang mengajarkan untuk hidup hemat dan mandiri. Makanya saya dulu pegang uang tidak pernah banyak, makanya saya menyebut diri saya dulu "miskin".

Karena keterbatasan uang, saya punya tekad kalau suatu hari nanti saya harus jadi orang kaya. Tetapi gimana caranya ya karena saya cuma lulusan SMA. Mau melanjutkan pendidikan ke universitas tetapi tidak lulus, trus mau kerja apa? yang terlintas di pikiran saya kalau saya hanya bisa jadi seorang pelayan restoran aja. Karena saya sudah ada pengalaman sih bantuan ibu jualan sarapan pagi sewaktu masih sekolah. Tetapi kapan bisa kayanya kalau cuma jadi pelayan restoran????

Karena saya punya keyakinan dan selalu berdo'a jika suatu hari nanti saya pasti bisa jadi orang kaya. Maka suatu hari tiba lah saat dimana keberuntungan dan do'a saya dikabulkan. Dengan bermodalkan bahasa inggris yang masih ala kadarnya saya melamar pekerjaan di suatu organisasi asing di Banda Aceh, pada masa terjadinya bencana alam Tsunami.

Dari sekian banyaknya orang yang melamar waktu itu hanya saya yang punya tamatan SMA, yang lainnya S1, S2 dan punya pengalaman kerja yang lebih mendukung. Saat mereka tanya "lulusan apa?" dengan sikap agak malu - malu saya hanya bisa bilang "lulusan SMA". Mereka langsung balik badan seolah mengucilkan saya dan kedengeran sih "mana mungkin dia bisa lolos" bisikan salah satu pelamar dengan pelamar lainnya. Saya merasa sangat malu dan duduk sampai merapatkan badan kedinding.

Mulai dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore saya menunggu giliran untuk di interview. Saya orang terakhir yang di interview saat itu. Dengan penuh harapan, saya terus berdo'a agar saya mendapatkan kesempatan untuk bisa diterima.

Dan saat itu pun tiba, akhirnya giliran saya dipanggil. Dengan gugup dan takut saya memasuki ruangan interview. Saya menarik nafas dalam - dalam untuk menghilangkan rasa gugup dan takut. "Bismillah" ucap saya dalam hati ketika melihat wajah - wajah yang akan menginterview.

Beberapa pertanyaan dilontarkan kepada saya, dengan polosnya saya menjawab sehingga membuat para interviewer tersenyum. Saya hanya bisa menjawab apa yang saya ketahui berdasarkan kehidupan yang pernah saya alami. Saya juga disuruh mempraktekkan secara langsung membuat surat lamaran yang saya buat sebelumnya. Tangan saya gemetaran ketika akan mengetik beberapa huruf dan baru beberapa kalimat yang saya ketik, saya sudah disuruh berhenti tidak usah melanjutkan lagi.

Dalam hati saya bergumam "diterima gak ya?" lalu terdengar suara "nanti kami hubungi jika kamu terpilih untuk posisi ini" salah satu interviewer memberikan informasi tersebut. Dengan senyum penuh harapan saya menyalami semua interviewer lalu beranjak pergi.

Harapan selalu ada dalam hati saya dan saya yakinkan diri kalau saya akan diterima untuk mengisi posisi Administrasi di organisasi itu.

2 minggu kemudian.....

Saya menerima telepon dari organisasi tersebut, dan kalian tahu apa yang terjadi??? saya diterima??? belum...... hehehehe.... tetapi saya mendapatkan kesempatan untuk ikut tahapan interview yang kedua!!! Dimana tahapan ini lah yang menentukan saya akan diterima atau tidak.

Panjang kan prosesnya.... kali ini yang interview saya ada 2 orang. Bos utama (Coordinator) untuk divisi Administrasi warga Philipina dan Admin Manager orang kita Batak (Bos Favoritku kala itu). Wah... kali ini saya harus menggunakan bahasa inggris untuk menjawab semua pertanyaan. Sebelum memberikan pertanyaan, si Coordinator bercerita panjang lebar dengan bahasa inggris yang mana saya tidak mengerti apa yang dia ceritakan. Hanya beberapa kalimat yang saya bisa mengerti dan selebihnya Blank alias saya tidak tahu jadi bagaimana saya bisa mengerti apa yang dia ceritakan. Dalam hati hanya bisa berdo'a dan "Bismillah".

Saya hanya mendengarkan ceritanya lalu begitu dia menyampaikan pertanyaan, saya dengan lancarnya bisa menjawab semua pertanyaan itu. Tidak tahu darimana saya punya kemampuan menjawab pertanyaan itu, mulut saya seperti bergerak sendiri dengan lancarnya. Hanya 2 kata yang saya minta bantuan pak Manager untuk menterjemahkannya. Selebihnya saya menjawab sendiri...!!!

Allahu Akbar (Allah Maha Besar). Allah yang membantu saya dalam interview itu. Dulu semasa saya sekolah, hanya 3 bulan saya bisa mengikuti kursus bahasa inggris karena kekurangan biaya. Jadi bisa kalian bayangkan apakah saya hebat dalam bahasa inggris. Tentu tidak kan. Amazing.... kekuatan Allah.

Dua tahap interview sudah saya lalui dan saya masih mengharap dan berdo'a semoga saya diterima. Sampai 1 minggu kemudian saya menerima telepon dari organisasi yang sama. Dan kali ini saya disuruh datang lagi.... lalu saya bertanya melalui telepon tadi "Bang, maaf ya. Apakah kali ini saya akan diinterview lagi?". "Duh, kalo itu kurang tau. Saya hanya disuruh untuk telp kamu dan kamu disuruh datang ke kantor besok pagi". Setelah menerima telepon tadi saya merasa sangat gembira dan berteriak memanggil kakak saya dan bilang kalau saya disuruh datang lagi. Saya membayangkan kalau saya sudah diterima walaupun belum tentu karena belum ada kata diterima yang saya dapatkan. Tapi saya menganggap bahwa saya sudah diterima..... ini yang ke 3 kalinya saya akan datang ke kantor itu pasti diterima, itu yang saya yakin kan dalam hati saya.

Esok harinya saya bangun pagi - pagi, sholat subuh dan memohon kepada Allah agar saya diterima. Saya melangkahkan kaki dengan "Bismillah". Saya sampai dikantor tersebut, lalu dipersilahkan masuk ke ruangan interview lagi. Yang saya temui kali ini adalah orang HRD nya, sambil menjabat tangan saya dia mengucapkan, "Selamat ya, kamu diterima di posisi Admin Assitant".

"Alhamdulillah....." berulang - ulang saya ucapkan dalam hati, sambil berjalan menuju ruangan yang akan saya tempati.

Panjang juga ya cerita saya ini hehehehe..... it's a true story guys. Kisah ini adalah awal saya memulai untuk menjadi orang kaya.

Pesan yang ingin saya sampaikan disini ataupun Tips nya:
1. Berdo'a lah jika kita inginkan sesuatu.
2. Yakin lah bahwa do'a kita akan dikabulkan.
3. Bayangkan do'a kita itu sudah dikabulkan walaupun belum terjadi.

Semoga bermanfaat....

- Devi -



No comments:

Post a Comment